Semoga melalui media digital personal website yang sangat sederhana ini, tali silaturahmi dan pertemanan yang terputus dapat tersambung kembali dan mengakrabkan kita, sebab hidup dgn ilmu akan lebih mudah, hidup dgn seni akan lebih indah & hidup dgn iman pasti akan terarah.

Masukan yang bersifat membangun dapat dikirimkan melalui email : bagyoesx@gmail.com atau bagyo_27061965@yahoo.co.id atau SMS/Kontak HP 08159552196

20 November 2007

ALIRAN SESAT DIDUKUNG AS

Oleh : Adian Husaini, Pengamat Politik
.
.
Faktor apa saja yg mendorong munculnya fenomena aliran sesat di Indonesia?
Faktor eksternal yang utama adalah liberalisasi politik dan pemikiran. Akibatnya, berbagai informasi masuk tanpa ada filter dan seleksi. Termasuk pemikiran dan paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Di zaman kebebasan seperti sekarang, di Indonesia, buku-buku dan sumber-sumber informasi lainnya beredar dengan bebas, dan dapat diakses langsung oleh masyarakat. Akibatnya, institusi-institusi keagamaan bisa kalah cepat dengan mereka dalam menyebarkan informasi ke tengah masyarakat. Saat ini, setiap orang bisa langsung belajar kepada TV atau internet, dan memilih-milih sendiri informasi yang dia anggap benar.
Faktor eksternal lain adalah soal dana dan kejamaahan. Orang bisa tertarik masuk atau ikut satu aliran sesat karena ada faktor uang di situ. Ada juga faktor wanita, seperti aliran Children of God. Ada juga faktor kejamaahan yang kuat. Mereka bagus mengelola kejamaahan, sehingga kalau mereka meninggalkan jamaah itu, akan merasa kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidupnya. Sedangkan faktor internal adalah kualitas dakwah Islam itu sendiri, terutama kualitas para ulama, dai dan tokoh-tokoh umat. Sejumlah tokoh aliran sesat dianggap lebih komunikatif dan lebih mampu memikat jamaah, dibandingkan tokoh-tokoh Islam yang lurus. Faktor komunikasi antara ulama dan umat ini sangat penting. Ulama fungsinya adalah sebagai pembimbing umat, pelanjut para nabi. Jika ulamanya lemah, maka pasti umat akan lari, akan mencari pedoman kepada yang lain. Apakah kepada kelompok-kelompok tertentu, kepada artis, atau kepada dukun. Karena itu, yang lebih penting adalah pembenahan ke dalam, terutama pembenahan kepada para ulama itu sendiri.
.
Apa perbedaan antara kemunculan aliran sesat di Indonesia saat ini dengan kemunculan aliran sesat pada jaman Nabi Muhammad?
Pada prinsipnya sama. Orang yang salah itu ada dua jenis, yaitu al-maghdhub, yaitu orang yang tahu akan kebenaran, tetapi karena ada godaan-godaan duniawi, maka dia tidak mau mengikuti kebenaran. Ada juga al-dhalliin, yaitu yang salah karena memang tidak tahu atau karena bodoh.
.
Sejumlah pihak menyatakan bahwa maraknya aliran sesat di Indonesia akibat jaring hukum yang lemah?
Kalau bicara hukum positif di Indonesia, memang berbeda dengan di dunia Islam lainnya, seperti di Malaysia atau Mesir. Di Mesir ada hukum murtad. Orang yang menyimpang dari Islam bisa divonis murtad oleh pengadilan. Di Malaysia, pemerintahnya memang berwenang membubarkan aliran sesat dan menangkap para tokohnya. Tetapi, di Indonesia sebenarnya juga sudah ada hukum dan peraturan yang mengatur masalah ini, seperti pasal 156 1 KUHP, Penpres 1/1965, dan sebagainya. Bahkan, dalam Penpres I/1965 disebutkan, Presiden bisa membubarkan satu kelompok agama yang menyimpang, setelah mendapat masukan dari Menag, Mendagri, dan Jaksa Agung. Di Kejagung ada Pakem (Pengawas Aliran Kpeercayaan Masyarakat). Makanya, Kejagung bisa mengeluarkan keputusan tentang satu aliran sesat, setelah mendapat masukan dari Depag, MUI, dan sebagainya. Jadi, sebenarnya sudah ada perangkat hukumnya, tetapi belum efektif. Kalau bicara soal ini, ya terkait dengan kondisi hukum kita pada umumnya.
.
Ada kesan pihak kejaksaan lamban dalam menyikapi maraknya aliran sesat?
Dalam era liberalisasi seperti sekarang ini, memang tidak mudah bagi Kejaksaan untuk bertindak. Mereka akan bisa dituduh melanggar HAM dan sebagainya. Lihat saja dalam kasus peredaran buku-buku komunisme. Meskipun secara resmi sudah dilarang oleh Tap MPR tetapi tetap saja buku-buku itu beredar bebas. Makanya, dalam soal al-Qiyadah ini tindakan Kejaksaan DKI yang melarang ajaran al-Qiyadah sudah terbilang berani. Yang penling adalah keaktifan kalangan umat Islam sendiri.
.
Di sisi lain, Pakem (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) terkesan tidak memiliki kekuatan?
Ya itu tadi, persoalannya sekarang, isu soal ini kan bukan isu yang laku dijual, seperti isu terorisme. Tapi, sekali lagi, kita berharap, umat Islam yang lebih aktif dalam berdakwah maupun dalam mendorong Kejaksaan untuk bertindak.
.
Adakah strategi global (using) dibalik kemunculan aliran-aliran sesat di Indonesia?
Ada bukti dan sejumlah analisis seperti itu. Paling tidak, program liberalisasi Islam yang dibantu besar-besaran oleh negara-negara tertentu, seperti AS, telah mendukung muncul dan tersebarnya aliran sesat. Lihat saja, bagaimana pembelaan kaum liberal terhadap al-Qiyadah Islamiyah dan Ahmadiyah di Indonesia. Ini bukan konspirasi, tapi bisa kita lihat program-program LSM Barat di Indonesia, seperti The Asia Foundation. Bahkan, bisa juga dilihat dalam program ke-Islaman Kedubes AS di Jakarta melalui websitenya. Semua jelas. Di Yogyakarta, misalnya, telah berdiri program studi Doktor Lintas Agama yang direkturnya seorang dari AS dan program ini didukung oleh tiga kampus: UGM, UIN Yogya, dan Universitas Kristen Duta Wacana. Kalau kita lihat programnya, dengan jelas bisa terlihat ada upaya membebaskan paham-paham dan aliran yang selama ini sudah dinyatakan sesat oleh umat Islam.
.
Adakah keterkaitan munculnya aliran sesat dgn gejolak politik Pemilu 2009?
Wah ini gak tahu.
.
Khusus untuk kelompok Al Qiyadah Al Islamiyah, kabarnya terkait dengan Negara Islam Indonesia (Nil) KW9?
Dari beberapa idenya ada kesamaan. Tetapi soal kaitan saya tidak tahu.
.
Bangkitnya aliran sesat yang berpaham sejenis dengan NII, menunjukkan adanya upaya kelompok tertentu yang masih mengusung cita-cita negara Islam di Indonesia?
Masalah aliran sesat berbeda dengan masalah isu negara Islam. Tidak semua yang sesat ingin mendirikan negara Islam. Dan tidak semua kelompok yang ingin mendirikan negara Islam adalah sesat. Jadi, tidak perlu dikait-kaitkan. Kita lihat saja kasus per kasus.
.
Mungkinkah pemunculan aliran sesat dan publikasinya (blow up) merupakan bagian dari operasi intelijen untuk memecah belah umat Islam yang selama ini dikonotasikan sebagai musuh persatuan bangsa?
Bicara soal mungkin ya bisa saja, tapi kita perlu punya bukti. Bisa juga ini upaya dari kalangan Islamofobia yang lain. Tapi, yang penting, menurut saya, dari manapun datangnya, siapa pun yang bikin skenario, asalkan umat dan Islam, dan terutama para ulamanya baik-baik dan gigih dalam menjalankan dakwah, kelompok-kelompok itu akan bisa tereliminir dengan sendirinya.
Kasus-kasus ini sebaiknya menjadi bahan introspeksi bagi umat Islam. Jika mereka kuat dan serius menjalankan agamanya, maka tidak mudah mereka akan digoyang oleh segala kekuatan.
Kita 350 tahun dijajah Belanda. Selama itu punya segala daya upaya dikerahkan penjajah untuk memurtadkan orang Islam. Tapi, karena ulama-ulama kita kokoh menjaga aqidah umat, maka sulit mendapati data adanya orang Islam yang murtad. Inilah tantangan yang sekarang dihadapi oleh umat Islam.
.
(Dwi Mingguan INTELIJEN No 19 Th IV 2007)

Tidak ada komentar: