Semoga melalui media digital personal website yang sangat sederhana ini, tali silaturahmi dan pertemanan yang terputus dapat tersambung kembali dan mengakrabkan kita, sebab hidup dgn ilmu akan lebih mudah, hidup dgn seni akan lebih indah & hidup dgn iman pasti akan terarah.

Masukan yang bersifat membangun dapat dikirimkan melalui email : bagyoesx@gmail.com atau bagyo_27061965@yahoo.co.id atau SMS/Kontak HP 08159552196

20 November 2007

Perbedaan Lebaran : ILMU PENGETAHUAN JAWABANNYA

Oleh : Al Chaidar, Pengamat Intelijen
.
.
Bagaimana pendapat anda tindakan yang dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla mempertemukan pimpinan NU dan Muhammadiyah untuk menyamakan hari raya idul fitri?
Perbedaan lebaran tidak perlu terjadi, karena ilmu pengetahuan sudah bisa menyelesaikan masalah seperti itu, artinya kita masih mengintip bulan sementara orang barat sudah naik ke bulan. Pemerintah memiliki alat-alat negara bisa mengatasi persoalan itu, hanya saja persoalan yang dijawab dengan ilmu pengetahuan, tiba-tiba dijawab dengan keyakinan, ini yang pada akhimya sangat menyulitkan. Yang terjadi di Indonesia sangat lucu dan apa yang dilakukan Yusuf Kalla merupakan broker politik saja untuk bersilaturahmi ke Muhammadiyah dan NU bertujuan untuk memperkuat legitimasi negara. Hal itu dilakukan karena negara membutuhkan legitimasi dari rakyat mayoritas, dia harus memihak pada mayoritas walaupun yang mayoritas itu salah. Jadi di sini letak persoalannya dan tidak baik yang dilakukan oleh Jusuf Kalla. Selama ini pemerintah selalu mengikuti kelompok NU sebagai kelompok mayoritas.
.
Yang dilakukan Jusuf Kalla agama bukan berdasarkan agama?
Agama itu harus berdasarkan ilmu pengetahuan, agama diturunkan manusia yang punya akal. Sebetulnya ilmu pengetahuan bisa menjawab persoalan penetapan awal puasa dan awal lebaran.
Di Dalam agama pun sudah sangat jelas diterangkan bahwa hisab dulu baru rukyat. Kalau diutamakan rukyat, hisabnya belakangan termasuk melecehkan ilmu pengetahuan. Kalau melecehkan ilmu pengelahuan seperti Paus yang berusaha menghukum Copernicus yang mengatakan bumi itu bulat. Jika politik memihak pada keyakinan daripada ilmu pengetahuan, hal ini akan berakibat fatal.
.
Perbedaan lebaran berakibat semakin tajamnya perbedaan NU dan Muhammadiyah?
Ada tradisi yang bagus dari kalangan masyarakat seperti saya menurut keputusan orang-orang Darul Islam (DI), lebaran tahun ini saya mengikuti hari Jum'at, tapi shalat 'id hari sabtu, hal itu penting untuk ukhuwah Islamiyah bagi yang tidak merayakan lebaran hari Jum'at.
.
Sebaiknya yang dilakukan pemerintah?
Pemerintah punya fasilitas, alat-alat ilmu pengetahuan dan mengerahkan untuk menemukan tanggal kepastian puasa maupun lebaran. Pemerintah harus mengeluarkan sendiri alasan-alasan dan keyakinan berdasarkan ilmu pengetahuan dan tidak perlu memihak pada salah satu mayoritas. Jika pemerintah menafikan kelompok lainnya merupakan pemerintah yang tidak akomodatif.
.
Selama ini pemerintahan telah melakukan dengan isbat?
Saya kira sidang isbat dengan berbagai ormas Islam itu tidak perlu. Seharusnya pemerintah tidak perlu datang ke NU dan Muhammadiyah, pemerintah perlu membuat keputusan sendiri tentang awal puasa dan lebaran.
.
Bahkan di Sulawesi kelompok An Nadzir menentukan awal lebaran 1428 H hari kamis dan pemerintah membiarkan keberadaannya?
Saya meragukan kelompok ini. An Nadzir sebagai kelompok tarekat di mana anggotanya tidak ada yang intelektual dan ilmuwan yang bisa mendukung sebuah keputuasan yang bersifat ilmu pengetahuan. Penentuan awal puasa dan lebaran satu keputusan yang harus dilakukan oleh organisasi atau orang-orang yang memiliki latar belakang kemampuan ilmu pengetahuan yang memadai. Sekarang ini aliran tarekat sedang diperbanyak oleh pemerintah. Kemunculan Aliran-aliran sesat seperti Al Qur'an suci, Al Qiyadah Al Islamiyah, dulu ada Islam Jamaah, NII KW9, ini semua buatan pemerintah.
.
Alasan pemerintah membentuk itu?
Pemerintah punya agenda polilik tertentu yang dilakukan oleh aparat tertentu secara rahasia. Ada departemen pemerintah yang lebih banyak rahasianya misalnya departemen pertahanan, BIN. Nah, lembaga-lembaga ini memiliki wewenang yang cukup besar dan mereka terdiri dari beberapa orang yang sangat piawai, berpengalaman dan terlatih di berbagai negara secara militer, sipil, manajerial untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu yang perlu secara politik untuk menanamkan nasionalisme yang lebih penting. Cara menanamkan nasionalisme dengan beberapa cara dengan menyebar banyak aliran sesat sehingga para pengikutnya dan keluarganya merasa menyesal dan akhirnya kembali ke ibu pertiwi. Hal ini dilakukan pemerintah karena ada ketakutan jika ummat bersatu dan membahayakan nasionalisme sekuler.
.
Selain memhentuk kelompok tarekat, pemerintah membentuk kelompok Islam radikal?
Pemerinlah sudah membuatnya. Tapi saya bisa menyebut organisasinya sudah bentrok dengan kekuatan-kekuatan mujahidin di Ambon. Ada juga organisasi yang dibentuk yang menciptakan keadaan seolah-olah tanpa hukum, hal ini untuk menunjukkan betapa bodohnya dan reaksionernya ummat Islam, sehingga pemerintah nanti akan turun tangan, akan menjadi penguasan yang menengahi yang pada akhirnya pemerintah memegang legitimasi politik.
.
Keuntungan Pemerintah ?
Yang untuk memihak kepada negara. Juslru pemerintah mendapat keuntungan besar secara ekonomi dan politik. Organisasi ini tidak didanai pemerintah, justru lahan bisnis yang cukup besar karena dengan dibentuknya aliran, pasti ada sekelompok orang yang ikut dan kelompok orang itu mengeluarkan dana dan mendapat dukungan moral dari oknum-oknum negara atas nama non kenegaraan yang mendukung gerakan ini. Gerakan-gerakan inilah yang pada akhirnya akan diikuti banyak rakyat dan akan mendapatkan keuntungan ekonomi. Seperti NII KW9 mendatangkan ekonomi yang luar biasa dan para pengikutnya terus diperas habis-habisan waktunya, hartanya, pemikirannya bahkan sampai gila. Seandainya ada yang melaporkan ke polisi, tidak bisa diproses karena politik negara yang dijalankan secara diam-diam.
.
(Dwi Mingguan INTELIJEN No 19 Th IV 2007)

1 komentar:

bahtiar@gmail.com mengatakan...

jos tenan ... :)